Jam kerja : 08.00-20.00 WIB, WA/SMS : 087726938247, PIN BB: 260c12a9
Jual badut Maskot Jasa Ultah Anak

( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Badut Lebih Mengerikan Dari Terorisme

Thursday, September 14th 2017.

Apa yang lebih mengerikan dari terorisme? Badut. Kalau yang lebih mengerikan dari senjata
biologis mematikan? Tetep badut. Masa iya orang lebih takut badut daripada mati? Bagi
beberapa orang, meninggalkan dunia masih terdengar lebih nyaman daripada ketemu badut.

Lebay ah. Mungkin, tapi ini merupakan fakta hasil analisis Vox seputar ketakutan pada badut,

atau disebut coulrofobia. Berdasarkan penelitian yang terbit 2016, melibatkan 2.000 warga
Amerika Serikat, 42 persen responden mengaku takut melihat badut sirkus. Hasil tersebut
sesuai dengan survei rasa takut yang dilakukan Chapman University. Badut menduduki
peringkat satu sebagai hal yang paling ditakuti responden.

Menurut data Chapman, coulrofobia mengalahkan rasa cemas orang terhadap penembakan massal
rusaknya infrastruktur kota, bahkan bencana alam yang mengerikan. Memang metode penelitian
ini jauh dari sempurna karena melibatkan dua hasil yang berbeda dan dijumlahkan. Ini
berpotensi menyesatkan. Mungkin kalau orang mesti memilih lebih takut akan ISIS dan badut
dalam survei yang sama, hasilnya bisa berbeda. Tapi intinya, badut—makhluk yang seharusnya
lucu karena berhidung merah dan berwajah pucat—ternyata bikin takut banyak manusia.

Logikanya gimana sih? Kenapa sosok badut yang ramah—yang gemar membagikan balon kepada
anak-anak kecil—malah membuat orang kabur ketakutan? Para psikolog mengatakan ada beberapa
aspek yang membuat sosok badut jadi menakutkan. “Ada perasaan tidak nyaman karena tindakan
badut sulit diterka,” kata Friedemman Schaub, dokter sekaligus penulis The Fear & Anxiety
Solution. “Ketika anda nonton sirkus, anda tidak tahu apakah badut akan mempermalukan anda
dengan menyemprot air atau malah menarik anda ke atas panggung. Ada semacam kekuasaan yang
dipunyai badut di arena sirkus.”

Penampilan badut—wajahnya dicar warna warni, hidung merah, dan aksi yang serba lebay—tak
juga mencairkan suasana. “Wajah badut melanggar batas-batas kewajaran kita dalam mengenali
ekspresi wajah yang aman,” kata Bruce Cameron, seorang psikolog bersertifikat di Dallas yang
pernah menangani beberapa pasien dengan gangguan coulrofobia. “Pengalaman bertemu badut
bagi banyak orang sangat menganggu karena otak mereka harus mencoba menganalisa apabila
wajah badut itu ramah atau malah jahat. Makeup mereka yang tebal semakin mempersulit proses

“Dari perspektif evolusioner, sesuatu yang tidak bisa kita analisa seperti wajah badut atau
perilaku badut membuat kita was-was ketika berinteraksi karena otak kita merasakan adanya
potensi bahaya,” kata Schaub.

Semua faktor itu mendorong peningkatan angka badut pembunuh dan obsesi media pada sosok
badut-badut menakutkan. Contohnya, tahun ini akan dirilis film remake It karya Stephen
King tentang sosok badut setan. Pastinya film tersebut semakin memperburuk imej badut dan
membuat orang cemas. “Masyarakat belajar banyak dari media,” kata Martin Antony, seorang
profesor psikologi di Ryerson University di Toronto yang juga penulis The Anti-Anxiety
Workbook. “Apabila badut terus ditampilkan secara negatif, suka mengejar-ngejar orang,
penonton akan mulai mengasosiasikan mereka dengan perilaku negatif dan berbahaya.”
Kekhawatiran ini juga bisa muncul bahkan ketika seseorang bertemu badut yang ramah di
pesta ulang tahun. “Biasanya ketika seseorang memiliki asosiasi rasa takut dengan hal
tertentu, mereka akan selalu bereaksi serupa, tidak peduli seperti apa keadaannya,” ungkap
Antony.

Tentunya level ketakutan seseorang akan badut berbeda-beda. Karenanya penting membedakan
orang-orang yang tidak suka dengan badut dengan mereka yang mengidap coulrofobia ekstrem,
tambah Antony. “Fobia adalah reaksi yang dipacu oleh pemantik spesifik, menghasilkan respon
yang intens,” katanya. “Jadi apabila anda mengidap coulrofobia dan melihat badut, jantung
anda akan mulai berdebar, mungkin mulai berkeringat, mual-mual dan panik—anda akan langsung
ingin kabur sejauh-jauhnya.” Mereka yang sekedar tidak suka badut mungkin hanya akan merasa
tidak nyaman ketika melihat badut di karnival, tapi tidak berupaya susah payah untuk
menghindari sosok berhidung merah tersebut.

Para peneliti sangat antusias meneliti bagaimana dan mengapa coulrofobia bisa timbul,
karena sejauh ini data yang ada masih sangat terbatas. Sebuah penelitian yang dirilis dua
bulan lalu di European Journal of Pediatrics merupakan studi pertama yang mendefinisikan
dan meneliti coulrofobia, terutama anak-anak di rumah sakit yang kerap kedatangan badut
sebagai penghibur. (Hingga saat ini, belum ada penelitian yang meneliti coulrofobia di
manusia dewasa). Dari sekitar 1.160 anak-anak Israel yang diteliti, adapun 1,2 persen takut
badut dan kerap menangis atau bersembunyi di belakang orang tua. Peneliti Noam Meiri
mengaku angka ini sebenarnya kecil, tapi bisa menjadi batu loncatan untuk penelitian di
masa depan. “Penting buat melakukan penelitian ini mengingat badut rumah sakit sangat lazim
di Israel.”

Beberapa ahli juga merasa coulrofobia perlu didefinisikan lebih baik. Melalui surat terbuka
peneliti asal Belanda mempertanyakan penggunaan kata “irasional” yang digunakan oleh Meiri.
“Saat ini tidak ada definisi coulrofobia spesifik di lembaga-lembaga kesehatan dunia, maka
dari itu dibutuhkan semacam definisi yang disetujui oleh para peneliti,” kata Lennard van
Venrooik, peneliti di Leiden University Medical Center di Belanda.

Dia juga sosok yang bertanggung jawab meneliti badut rumah sakit dari sudut pandang dokter
anak. “Kami takut menyebut coulrofobia sebagai hal yang irasional, karena akan membuat
penderita enggan mencari pengobatan.”

Untungnya, ada metode terapi perilaku kognitif dan program neurolinguistik (NLP) yang
bisa membantu. “Pikiran manusia itu fleksibel, dia hanya perlu diberikan informasi baru,”
kata Schaub. “Bekerja sama dengan seorang terapis untuk menghapus pikiran negatif dan
memperkenalkan pemikiran yang lebih akurat seperti ‘badut itu hanya orang biasa
bisa sangat efektif.” Ya mungkin tinggal jauhi bioskop-bioskop terdekat yang memutar
Itu dalam beberapa bulan ke depan.

Produk terbaru

Rp 2.500.000 2.600.000
Order Sekarang » SMS : 081323034998
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeMaskot Durian
Nama BarangBadut Maskot Durian
Harga Rp 2.500.000 2.600.000
Anda HematRp 100.000 (3.85%)
Lihat Detail
Rp 2.500.000 2.600.000
Order Sekarang » SMS : 081323034998
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBadut Maskot Polisi
Nama BarangPak Polisi Jadi Badut!
Harga Rp 2.500.000 2.600.000
Anda HematRp 100.000 (3.85%)
Lihat Detail
Rp 2.500.000 2.600.000
Order Sekarang » SMS : 081323034998
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBadut Maskot Zebra Polisi
Nama BarangBadut Maskot Zebra Polisi
Harga Rp 2.500.000 2.600.000
Anda HematRp 100.000 (3.85%)
Lihat Detail
Rp 2.500.000 2.600.000
Order Sekarang » SMS : 081323034998
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBadut Maskot
Nama BarangKostum Badut Maskot Baju Tradisional
Harga Rp 2.500.000 2.600.000
Anda HematRp 100.000 (3.85%)
Lihat Detail
Rp 2.500.000 2.600.000
Order Sekarang » SMS : 081323034998
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBadut Maskot
Nama BarangBadut Maskot Kambing
Harga Rp 2.500.000 2.600.000
Anda HematRp 100.000 (3.85%)
Lihat Detail
Rp 2.500.000 2.600.000
Order Sekarang » SMS : 081323034998
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBadut Maskot
Nama BarangBadut Maskot Dokter
Harga Rp 2.500.000 2.600.000
Anda HematRp 100.000 (3.85%)
Lihat Detail

Cek resi

Produk Bestseller